Din Syamsuddin dan 150 Guru Besar Desak Gibran Mundur Akhirnya Dikuliti Netizen
Premium Download: Harga aslinya adalah: Rp30.000.Harga saat ini adalah: Rp25.000. FREE DOWNLOAD (1)

Din Syamsuddin dan 150 Guru Besar Desak Gibran Mundur Akhirnya Dikuliti Netizen

Turn Off Light
Auto Next

Descriptions:

SIPJOS.COM – Ada saja ulah pendukung Amin Anies ini. Nama Din Syamsuddin, kembali menjadi sorotan setelah disebut sebagai salah satu inisiator surat terbuka, yang ditandatangani 150 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Surat tersebut berisi desakan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mengundurkan diri dari jabatannya. Apa isi suratnya? Simak selengkapnya.

Nama Din Syamsuddin kembali menjadi sorotan, setelah dirinya disebut sebagai salah satu inisiator surat terbuka, yang ditandatangani 150 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Surat tersebut berisi desakan, agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional itu, diterbitkan pada Senin, 19 Oktober 2026. Dokumen itu ditujukan langsung kepada Gibran, dengan tembusan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Para guru besar tersebut menilai, fakta hukum yang terungkap dalam proses peradilan konstitusi, menimbulkan persoalan moral dan etika yang perlu diperhatikan, dalam penyelenggaraan pemerintahan. Din Syamsuddin sendiri, merupakan pendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, atau AMIN, pada Pilpres 2024.

Ia menyatakan dukungan penuh saat berkunjung ke DPP PKS pada Oktober 2023, dan partai yang ia dirikan, Partai Pelita, juga secara resmi mendukung pasangan AMIN. Sosok Din Syamsuddin juga dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah, yang pernah menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015.

Baca Juga:   Desa Terapung di Atas Air Paling Kotor di Dunia

Ia juga pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia atau MUI, pada periode 2014 hingga 2015, sebelum posisinya digantikan oleh Ma’ruf Amin. Selain aktif di organisasi keagamaan, Din juga pernah mendapat tugas dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pada 2017, Jokowi menunjuknya sebagai Utusan Khusus Presiden’ untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. Namun, pada 2018, Din memutuskan mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Ia menyebut, keputusan itu diambil agar dapat menjaga sikap netral menjelang Pilpres 2019. Menjelang pemilu, nama Din Syamsuddin sempat masuk bursa calon wakil presiden pendamping Jokowi. Namun akhirnya, Jokowi memilih Ma’ruf Amin. Mungkin inilah yang membuat Din Syamsuddin sangat benci dengan Jokowi.

Menurut kalian, apakah desakan 150 guru besar ini, akan berdampak pada posisi Gibran? Kalau saya sih enggak. Karena ini, hanyalah drama sakit hati, dari klompok yang kalah pilpres. Apalagi Din Syamsuddin itu. sakit hatinya kepati-pati.

Jokowi lebih memilih Ma’ruf Amin jadi wakilnya, dari pada si Udin samsudin. Komentar di bawah dan jangan lupa follow, untuk kabar berita terbaru lainnya.