
Iran Tertawa Trump Didemo 8 Juta Rakyat AS Desak Pemakzulan
Biasanya, Amerika Serikat lah yang sibuk mengomentari urusan dalam negeri negara lain. Tapi kali ini, giliran Iran yang justru tertawa. Bayangkan, 8 juta rakyat Amerika turun ke jalan dalam satu hari. Bukan untuk mendukung kebijakan luar negeri, bukan pula untuk membela perang melawan Iran. Mereka turun untuk satu tujuan: memakzulkan Donald Trump. Dan dari Teheran, suara sindiran pun terdengar lantang. ‘Selesaikan masalah rakyatmu sendiri dulu!
Rakyat AS Demo Trump Desak Pemakzulan
Sejarah baru tercatat dalam gelombang demonstrasi di Amerika Serikat. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, aksi unjuk rasa bertajuk “No Kings” digelar serentak di berbagai negara bagian. Puluhan ribu orang memenuhi Washington Park di pusat kota Washington DC, sementara secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 8 juta warga Amerika turun ke jalan.
Jumlah ini menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah demokrasi Amerika. Mereka menolak kepemimpinan Donald Trump, mengutuk invasi ke Iran, serta menentang kebijakan imigrasi massal yang dinilai otoriter.
Di tengah gelombang protes ini, Iran tidak tinggal diam. Justru dari Teheran, respons sinis dilontarkan. Iran memanfaatkan momen ini untuk mengangkat kembali pernyataan mendiang Pemimpin Tertingginya, Ali Khamenei, yang dianggap sangat relevan dengan situasi saat ini.
Akun resmi Iran di platform X mengunggah ulang pernyataan Khamenei dari 20 Oktober 2025 lalu, saat aksi No Kings jilid pertama berlangsung.
“Jika Anda memang mampu, selesaikan masalah rakyat Anda sendiri! Anda mencampuri urusan negara lain; Anda membangun pangkalan militer…!” tulis Khamenei saat itu.
Kini, pernyataan tersebut kembali viral dan dijadikan senjata propaganda Iran untuk menunjukkan bahwa Amerika Serikat, yang selama ini sibuk mengatur negara lain, justru sedang dilanda krisis internal yang luar biasa.
Tak hanya itu, Presiden Iran, Massoud Pazeshkian, juga ikut angkat bicara. Dalam pernyataannya, Pazeshkian menyampaikan bahwa ia memaklumi kemarahan rakyat Amerika.
Menurutnya, saat ini AS bukan lagi melindungi rakyatnya sendiri, melainkan telah menjadi pelindung Israel. Ia bahkan melontarkan pernyataan keras bahwa AS kini “dikuasai oleh raja-raja Israel” yang memerintah negara yang mengaku demokrasi.
“Para ahli AI di Amerika Serikat harus membuat Presiden Trump menyadari kenyataan bahwa orang-orang di negaranya ikut serta dalam protes ‘No Kings’. Rakyat Amerika marah dengan kebijakan ‘Israel First’.
Mereka lelah dengan raja-raja Israel yang memerintah demokrasi Amerika,” tulis Pazeshkian di X. Dengan nada sinis, Iran seolah berkata, “Lihatlah, masalah kalian sendiri saja tidak beres.”
Di dalam negeri AS sendiri, aksi ini mendapat dukungan dari tokoh-tokoh berpengaruh. Senator Bernie Sanders menyatakan bangganya bergabung dengan jutaan warga Amerika yang menolak otoritarianisme. “Kami tidak akan menerima presiden yang merusak Konstitusi setiap hari,” tulisnya.
Di jalanan, massa bahkan dengan lantang mendesak pemakzulan Trump. Slogan “No Kings” berkumandang, mengingatkan bahwa Amerika tidak akan pernah tunduk pada kekuasaan absolut. Di tengah semua ini, Iran hanya bisa tersenyum. Bagi mereka, ini bukan hanya tentang protes.
Ini adalah bukti bahwa kekuatan sejati sebuah negara bukan terletak pada seberapa banyak pangkalan militer yang ia bangun di luar negeri, tapi pada seberapa mampu ia menyelesaikan masalah di dalam negerinya sendiri.










