
Trump Sebut MBS ‘Penjilat’ di Depan Forum Investor Saudi, Rekaman Bocor!
Seorang presiden superpower menghina sekutu terdekatnya di depan umum. Bukan sembarang sekutu, tapi Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Baru-baru ini, sebuah rekaman bocor mengguncang hubungan diplomatik global. Donald Trump dengan percaya diri menyebut MBS dengan istilah yang sangat kasar—’penjilat’—tepat di depan forum investor Saudi sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi? Simak selengkapnya.
Trump Sebut MBS Penjilat di depan forum investor Saudi
Sebuah rekaman mengejutkan beredar luas. Bukan dari sumber anonim, melainkan dari lembaga penyiaran publik Amerika Serikat, C-SPAN. Rekaman ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump sedang berpidato di acara Saudi Investors Forum yang digelar di Miami pada tanggal 27 Maret lalu. Di tengah forum yang penuh dengan investor dan pejabat Saudi, Trump justru melontarkan komentar yang dinilai sangat merendahkan sekutu dekat Amerika, yaitu Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman atau MBS. Padahal, selama ini Saudi dikenal sebagai salah satu sekutu terkuat AS di Timur Tengah.
Dalam pidatonya yang penuh pujian sekaligus sindiran, Trump mengawali dengan memuji gelar MBS yang konon mencapai 700 lebih. “Dia pantas mendapatkannya karena dia adalah seorang pemenang,” kata Trump. Namun, pujian itu segera berubah menjadi hinaan pedas.
Trump kemudian menyatakan bahwa sehebat-hebatnya MBS, saat ini ia harus tunduk kepada Amerika. “Dia tidak menyangka ini bakal terjadi. Dia tidak menyangka sekarang harus mencium pantat saya,” ujar Trump menggunakan istilah kasar dalam bahasa Inggris yang secara gamblang menggambarkan perilaku penjilat. Trump menambahkan bahwa MBS awalnya mengira presiden AS lainnya adalah “pecundang di negara yang sedang terpuruk.” Namun kini, situasi telah berubah drastis.
Rekaman itu memperlihatkan bagaimana Trump menyampaikan semua ini dengan santai, bahkan diiringi gelak tawa dari para peserta forum. Ia seolah mengolok-olok MBS di depan umum tanpa rasa sungkan. “Bilang padanya sekarang dia harus baik-baik dengan saya,” kata Trump berulang kali, seolah menegaskan bahwa Arab Saudi tidak punya pilihan selain tunduk pada kehendak Amerika Serikat.
Trump juga mengklaim bahwa setelah keberhasilan AS dan sekutunya dalam serangan ke Iran belakangan ini, sejumlah negara Teluk akan segera bergabung dengan skema normalisasi dengan Israel. Ia menyebut dirinya telah berkomunikasi langsung dengan MBS. “Saya bilang ‘Muhammad… kami sudah mengalahkan mereka (Iran) dan sekarang kita harus mewujudkan Perjanjian Abraham,'” ujar Trump.
Perjanjian Abraham sendiri adalah kesepakatan yang diinisiasi Trump pada periode pertama jabatannya di tahun 2020. Kesepakatan itu menormalisasi hubungan antara Israel dengan Bahrain, Uni Emirat Arab, Maroko, dan Sudan, dengan imbalan bantuan militer dari AS. Kini, Trump seolah memaksa MBS untuk mengikuti jejak yang sama.
Komentar pedas Trump ini tentu menjadi perbincangan hangat di kancah internasional. Seorang presiden yang secara terbuka menghina sekutu dekatnya sendiri di depan forum negaranya sendiri. Apakah ini sekadar gaya bicara Trump yang blak-blakan, ataukah ada pesan politik yang lebih dalam di balik semua ini? Yang jelas, hubungan AS dan Saudi yang selama ini tampak kokoh, kini memperlihatkan retakan yang sangat nyata. Kita tunggu bagaimana reaksi resmi dari Kerajaan Arab Saudi ke depannya.













