Potret Ali Khamenei Ngaji Foto Terakhir Sebelum Wafat, Diambil 23 Menit Sebelum Serangan AS

Sebuah foto mengguncang dunia maya. Potret seorang pemimpin tertinggi tengah membaca kitab suci di ruang kerjanya. Tampak tenang, damai, tanpa sadar ini adalah momen terakhirnya. Disebut diambil hanya 23 menit sebelum bom Amerika dan Israel menghantam kediamannya. Tapi benarkah ini foto asli? Atau hanya rekayasa AI yang sengaja diedarkan di tengah hiruk-pikuk perang? Inilah kisah di balik foto kontroversial Ayatollah Ali Khamenei.

Foto Terakhir Ali Khamenei Ngaji Sebelum Wafat, Diambil 23 Menit Sebelum Serangan AS

Sebuah gambar mendadak viral di media sosial. Foto seorang pria tua berjenggot putih, duduk tenang di kursi, mengenakan sorban hitam dan jubah, sedang membaca Alquran. Itulah Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Namun yang membuat foto ini begitu mengguncang adalah klaim yang menyertainya.

Beredar luas narasi bahwa ini adalah foto terakhir Khamenei sebelum ia wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Foto ini disebut diambil tepat 23 menit sebelum serangan dimulai. Media Lebanon, Al Mayadeen, bahkan sempat mengunggah foto ini, meski kemudian menghapusnya tanpa penjelasan.

Perang antara Iran melawan AS dan Israel memang dimulai pada 28 Februari lalu. Operasi militer AS diberi nama sandi “Epic Fury”, sementara Israel menyebutnya “Roaring Lion”. Serangan itu menargetkan sejumlah fasilitas strategis Iran, termasuk kediaman resmi Khamenei yang dikenal sebagai Beit-e Rahbari.

Baca Juga:   PM Malaysia Anwar Ibrahim Temui Prabowo: Bahas Konflik Timur Tengah di Jakarta

Citra satelit dari Airbus Defence and Space yang dirilis The New York Times menunjukkan kompleks megah tersebut hancur total. Bangunan utama rata dengan tanah, dengan pola kerusakan yang mengindikasikan penggunaan amunisi penghancur bunker atau bunker buster—senjata yang dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bertulang.

Namun, di tengah konfirmasi kehancuran fisik kediaman tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai foto viral itu. Apakah benar foto tersebut adalah potret terakhir sang pemimpin?

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai keaslian foto tersebut. Para ahli dan warganet mulai meragukan validitasnya. Argumen yang paling kuat adalah soal logika. Jika kediaman Khamenei hancur total akibat serangan bunker buster, bagaimana mungkin rekaman CCTV atau foto dari dalam ruangan masih bisa diakses dan diedarkan? Hal ini dianggap tidak masuk akal.

Banyak pihak yang menduga bahwa foto tersebut kemungkinan besar dihasilkan menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Keraguan semakin kuat karena tidak adanya metadata yang jelas dan karena munculnya foto ini tepat bertepatan dengan hari ke-27 perang, momen yang sangat sensitif secara psikologis. Publik pun terbelah: ada yang percaya bahwa ini adalah bocoran terakhir dari dalam istana sebelum kehancuran, sementara yang lain yakin ini adalah bagian dari propaganda perang informasi.

Terlepas dari benar atau tidaknya foto tersebut, satu fakta yang tak terbantahkan adalah bahwa konflik ini telah merenggut nyawa salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah. Kematian Ali Khamenei menjadi titik balik yang mengubah peta geopolitik kawasan.

Baca Juga:   Asal Usul Leak

Sementara itu, di tengah gempuran bom dan perang siber, foto ini menjadi simbol bagaimana informasi—baik yang nyata maupun yang direkayasa—menjadi senjata ampuh dalam konflik modern.

Dunia mungkin tidak akan pernah tahu apakah benar Khamenei sempat membaca Alquran 23 menit sebelum ajalnya. Yang pasti, perang ini belum berakhir, dan pertarungan di ranah digital mungkin sama sengitnya dengan pertempuran di medan laga.

Sharing