Ini Ceramah Jusuf Kalla Di UGM Yang Bikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penistaan Agama

Ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada pada Maret lalu, kini berbuntut panjang! Bukannya menuai pujian, JK justru dilaporkan ke polisi atas tuduhan penistaan agama. Apa sebenarnya isi ceramah yang disampaikan Jusuf Kalla di hadapan civitas academica UGM? Dan mengapa pernyataannya soal konflik Ambon dan Poso memicu kemarahan sejumlah organisasi? Simak kronologi lengkapnya.

Ceramah di UGM Berujung Laporan! Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penistaan Agama

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dilaporkan ke Polda Metro Jaya akibat ceramahnya di Universitas Gadjah Mada pada Maret 2026. Padahal, tajuk acaranya cukup akademis: “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar”.

Namun, satu bulan berselang, tepatnya April 2026, Jusuf Kalla dilaporkan oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik dan DPP GAMKI atas dugaan penistaan agama. Laporan teregister dengan nomor LP/B/2546 dan 2547/IV/2026.

Awalnya Jusuf Kalla menjelaskan soal perdamaian dan penyebab konflik. Ia menyebut konflik Poso dan Ambon dilatarbelakangi ketidakadilan, lalu agama dijadikan alasan. “Di Poso, Ambon, karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat mati atau menewaskan orang itu syahid.

Semua pihak, Kristen juga berpikir begitu. ‘Kalau saya bunuh orang Islam saya syahid, kalau saya mati pun saya syahid.’ Akhirnya susah berhenti,” ujar JK. Kutipan inilah yang menjadi sorotan dan dianggap bermasalah oleh para pelapor.

Baca Juga:   Anies Singgung Banyak Anak Muda Jadi Pengangguran, Cucu-cucu Abah Auto Sentil Janji Gibran 19 Juta Lapangan Kerja

Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa Jusuf Kalla sedang berbicara dalam konteks sejarah konflik Poso dan Ambon pada masa awal reformasi, bukan sedang mengajarkan teologi Kristen.

Jusuf Kalla, menurut Husain, sedang menggambarkan usahanya meluruskan keyakinan keliru kedua kelompok yang bertikai saat itu. “Ini adalah penjelasan akademis, bukan ceramah agama,” tegas Husain. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan awal terhadap kasus yang melibatkan mantan wapres ini.

Menurut kalian, apakah pernyataan Jusuf Kalla tentang konflik Ambon-Poso termasuk penistaan atau sekadar analisis sejarah? Tulis pendapatmu! Jangan lupa follow untuk kabar berita lainnya.

Sharing