
Pelaku Injak Al-Qur’an di Lebak Banten Minta Maaf dan Mengaku Dipaksa
Sebuah video viral menunjukkan seorang wanita menginjak Al-Qur’an. Publik pun murka. Tapi kini, terungkap sisi lain dari kisah tragis ini. Sang pelaku, yang bernama MT, akhirnya angkat bicara dan meminta maaf.
Bukan karena niat jahat, ia mengaku melakukannya dalam kondisi tertekan dan dipaksa. Apa yang sebenarnya terjadi di Lebak hingga seseorang sampai tega melakukan hal tersebut? Simak pengakuan lengkapnya.
Kronologi Memilukan: Tuduh Curi Minyak Wangi, Wanita Ini Dipaksa Injak Al-Qur’an
Kasus dugaan pemaksaan sumpah dengan menginjak Al-Qur’an di Lebak, Banten, kini memasuki babak baru. Terduga korban berinisial MT menyampaikan permohonan maaf melalui video yang beredar luas. “Saya meminta maaf kepada semuanya, terutama yang beragama Islam.
Saya tidak berniat menginjak agama Islam. Itu karena tekanan dan pemaksaan,” ujar MT dengan nada menyesal. Permintaan maaf ini disampaikannya setelah videonya viral dan menuai kecaman dari berbagai pihak.
MT menjelaskan kronologi kejadian di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Semuanya bermula dari tuduhan pencurian barang berupa minyak wangi dan bedak di sebuah salon milik perempuan berinisial NL.
Tuduhan itu, menurut MT, tidak disertai bukti yang jelas. “Saya ditekan. Kalau tidak melakukan itu, saya dianggap maling. Saya hanya membela diri,” katanya. Ia sempat bersumpah dengan menyebut nama Tuhan, namun tidak dipercaya.
Akhirnya, ia diminta melakukan sumpah dengan menginjak Al-Qur’an. Dalam kondisi tertekan dan ketakutan, MT mengaku menuruti permintaan tersebut.
MT juga mengungkapkan dampak berat yang dirasakan keluarganya akibat viralnya video tersebut. “Saya punya dua anak, yang satu berusia tiga tahun lebih dan yang satu sembilan bulan.
Semua jadi korban. Padahal saya tidak bersalah,” pungkasnya. Kasus ini pun menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menuduh seseorang, apalagi sampai memaksakan sumpah dengan cara yang melukai sensitivitas keagamaan.
Hingga kini, pihak berwajib masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus pemaksaan yang terjadi di Lebak ini.
Menurut kalian, siapa yang paling bersalah dalam kasus ini? MT yang menjalankan atau NL yang memaksa? Tulis pendapatmu! Jangan lupa follow, untuk kabar berita terbaru lainnya.













