
Aman! Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Selat Hormuz, Kawasan Konflik Iran-AS
Kabar baik datang dari Timur Tengah di tengah memanasnya konflik Iran dan Amerika Serikat. Dua kapal berbendera Indonesia milik Pertamina dipastikan telah berhasil keluar dari zona bahaya! Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon kini dalam perjalanan meninggalkan area konflik.
Tapi, masih ada dua kapal lain yang tertahan. Lalu, bagaimana nasib pasokan energi kita? Simak update terkini dari lapangan.
PT Pertamina International Shipping atau PIS memastikan dua kapal miliknya berhasil keluar dari zona konflik di Timur Tengah. Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon. Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa pada awal konflik memanas, posisi kedua kapal berada di lokasi berbeda.
PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab. Sementara PIS Paragon tengah melakukan proses pembongkaran muatan di Oman. Kini, kedua kapal telah beranjak meninggalkan area konflik. Informasi ini disampaikan melalui keterangan resmi pada Selasa, 10 Maret 2026.
Namun, masih ada dua unit kapal Pertamina lain yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Keduanya adalah VLCC Pertamina Pride dan kapal Gamsunoro yang saat ini berada di kawasan Teluk Arab. Perusahaan menyebut kedua armada itu masih menunggu situasi aman untuk bisa melintasi Selat Hormuz.
Meski masih berada di kawasan konflik, kondisi kedua kapal dilaporkan aman. Kapal Gamsunoro diketahui sedang melayani kargo milik konsumen pihak ketiga, sementara VLCC Pertamina Pride tengah menjalankan misi mengangkut pasokan minyak mentah untuk kebutuhan energi dalam negeri.
Meskipun sebagian armada masih berada di kawasan konflik, Pertamina menegaskan bahwa rantai pasok energi tetap terjaga. Distribusi energi masih berjalan solid, didukung oleh setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan Pertamina Grup.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk menentukan skema distribusi paling aman, mulai dari metode reguler, alternatif, hingga metode darurat. Tak hanya itu, Pertamina International Shipping melakukan pemantauan intensif 24 jam secara real-time terhadap posisi kapal, kondisi kru, serta keamanan muatan.
Koordinasi dengan otoritas maritim setempat juga terus dilakukan demi memastikan keselamatan kru dan distribusi energi tetap aman.













