Inilah Alasan Mengapa Ayatollah Khamenei Selalu Pakai Tangan Kiri

Selama puluhan tahun, publik dunia melihat Ayatollah Ali Khamenei selalu menggunakan tangan kirinya dalam setiap aktivitas. Mulai dari menulis, memberi isyarat, hingga menyapa jemaat. Banyak yang mengira itu hanya kebiasaan.

Namun di balik itu, tersimpan kisah tragis yang jarang diketahui. Sebuah peristiwa bom pada tahun 1981 yang nyaris merenggut nyawanya, sekaligus melumpuhkan tangan kanannya selamanya. Inilah kisah di balik tangan kiri pemimpin besar Iran.”

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada tahun 1989, Ayatollah Ali Khamenei selalu terlihat menggunakan tangan kirinya. Mulai dari menandatangani dokumen, memberi isyarat dalam pidato, hingga menyapa para tamu. Ternyata, kebiasaan ini bukan tanpa sebab. Kisah tragis di balik kelumpuhan tangan kanannya bermula pada 27 Juni 1981.

Saat itu, Khamenei selesai melaksanakan ibadah dan tengah menjawab pertanyaan jemaat tentang posisi wanita dalam masyarakat modern. Tiba-tiba, ledakan keras mengguncang ruangan. Sebuah bom yang dipasang di dalam radio meledak tepat di dekatnya. Khamenei ambruk ke lantai. Pengawal segera mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit.

Dalam perjalanan, ia terus mengucapkan syahadat dengan bibir yang lemah. Di rumah sakit, para dokter sempat menyatakan bahwa ia telah meninggal. Namun seorang dokter lain meyakinkan rekannya bahwa Khamenei masih selamat. Operasi panjang pun dilakukan. Hasilnya, tulang bahu dan dadanya hancur, dan tangan kanannya dinyatakan tidak dapat digunakan lagi.

Baca Juga:   Ikhlas Itu Sulit Tapi Bukan Berarti Tak Bisa

Namun yang mengharukan, saat terbaring lemah, hal pertama yang ditanyakan melalui tulisan di kertas adalah, “Apakah jemaat di masjid selamat?” Setelah dikonfirmasi bahwa tangan kanannya lumpuh permanen, Khamenei memberikan pernyataan yang menguatkan banyak orang. Ia berkata bahwa ia tidak memerlukan tangannya, selama otak dan lidahnya masih bisa digunakan untuk berjuang.

Sejak hari itu, tangan kirinya menjadi dominan untuk segala aktivitas hingga akhir hayatnya. Khamenei akhirnya gugur pada 28 Februari 2026 dalam serangan udara gabungan AS dan Israel di kediamannya di Teheran. Sebuah kisah tragis di balik tangan kiri seorang pemimpin besar yang tetap tegar meski raga telah terluka. Semoga konflik segera mereda dan perdamaian dapat terwujud.

Ternyata di balik kebiasaan Ayatollah Ali Khamenei menggunakan tangan kiri, ada kisah bom dahsyat pada 1981 yang melumpuhkan tangan kanannya selamanya. Tapi semangatnya tidak pernah padam. Menurut kalian, apakah perjuangan seperti ini patut dihormati?

Tinggalkan kopmentar kalian di bawah dan jangan lupa follow, untuk kabar berita terbaru lainnya.

Sharing