
Profil Panglima Jilah Pemimpin Pasukan Merah Yang Ajak Jokowi Main Film Jadi Pemeran Utama Film Kolosal Dayak
SIPJOS.COM – Apa kabar mantan presiden? Ternyata Jokowi dapat tawaran menarik. Bukan jadi menteri atau komisaris, tapi jadi PEMERAN UTAMA FILM! Ya, Panglima Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng, Panglima Jilah, baru saja menyambangi rumah Jokowi di Solo. Tujuannya? Mengajak pria asal Solo itu bermain dalam film kolosal bertema Dayak. Siapa sebenarnya Panglima Jilah? Sosok bertato seujung rambut yang disegani ini punya masa kecil yang miris. Simak profil lengkapnya.
Panglima Jilah Ajak Jokowi Main Film Jadi Pemeran Utama Film Kolosal Dayak
Sebuah pertemuan menarik terjadi di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Sumber, Solo, pada Rabu (20/5/2025). Panglima Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, datang bersilaturahmi.
Namun yang menarik, ia datang membawa tawaran yang tidak biasa. Panglima Jilah menawari Jokowi untuk menjadi pemeran utama dalam sebuah film kolosal yang mengangkat tema budaya Dayak.
“Pokoknya peran beliau peran utama yang penting. Nanti akan kita buat sebaik mungkin,” ujar Panglima Jilah. Menurutnya, Jokowi memberikan respons yang sangat positif, terutama karena film tersebut akan mengangkat budaya Dayak masa lampau dan hubungannya dengan Kerajaan Majapahit.
Selain membahas film, kedua tokoh ini juga berbincang soal persoalan kebangsaan. Panglima Jilah juga mengundang Jokowi untuk menghadiri acara adat Dayak yang akan digelar pada Agustus mendatang di Kalimantan Barat.
Lantas, siapa sebenarnya Panglima Jilah? Bernama asli Agustinus Jilah, ia lahir pada 19 Agustus 1980 di Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Ia adalah cucu dari seorang panglima yang sangat terpandang pada zaman kerajaan, sehingga ia mewarisi kharisma dan kewibawaan leluhurnya.
Panglima Jilah dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan hak masyarakat adat yang terancam dirampas pihak lain. Ia menjadi simbol perjuangan di tanah leluhurnya.
Ciri khas yang paling mencolok adalah tato khas Dayak yang menghiasi sekujur tubuhnya. Ia juga digadang-gadang memiliki kesaktian ilmu kebal dan menguasai seni bela diri tradisional Dayak.
Namun di balik ketangguhannya, ia memiliki masa kecil yang miris. Konon, saat kecil ia mengalami lidah yang sering keluar, perut buncit, dan keterbatasan berbicara alias gagap. Namun dengan kegigihannya, ia mampu mengatasi semua keterbatasan itu.
Kisah hidup Panglima Jilah adalah bukti bahwa kegigihan mengalahkan keterbatasan. Meski sempat gagap, saat ini ia justru dikenal sebagai orator ulung yang mampu membakar semangat ribuan anggota Pasukan Merah yang dipimpinnya.
Pasukan Merah sendiri diketahui direkrut bukan hanya dari kemampuan fisik, tetapi juga sikap rendah hati, tidak radikalis, membela yang benar, serta menjadi garda terdepan untuk keutuhan NKRI.
Kunjungan Panglima Jilah ke Jokowi bukanlah yang pertama. Pada 5 Maret 2026, ia juga pernah datang untuk menanyakan progres pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), karena Jokowi pernah berjanji akan membangun pusat budaya masyarakat Dayak di sana.
“Secara teknis, pembangunannya akan dilaksanakan kemungkinan di tahun ini atau tahun depan akan berjalan,” kata Panglima Jilah. Sosok kontroversial namun disegani ini kini menanti realisasi film kolosal bersama Jokowi.













