Uang Rp25 Triliun untuk Sadap Prabowo dan Lengserkan Gibran, Dalang Makar Akhirnya Terungkap?
Premium Download: Harga aslinya adalah: Rp30.000.Harga saat ini adalah: Rp25.000. FREE DOWNLOAD (1)

Uang Rp25 Triliun untuk Sadap Prabowo dan Lengserkan Gibran, Dalang Makar Akhirnya Terungkap?

Turn Off Light
Auto Next

Descriptions:

SIPJOS.COM – Bukan Jokowi, tapi ternyata, para kadrun Yaman. Pendiri Astronacci International Group, Profesor Gema, melontarkan tudingan keras terkait kasus dugaan penyadapan ilegal, yang menyasar Presiden Prabowo Subianto. Ia sebut ada aliran uang Rp25 triliun, dari mafia koruptor yang anaknya sekarang lagi di sandra. Tujuannya: untuk menghancurkan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Nah sekarang, tak kasih tahu ya.. Profesor Gema sebut, dalang penyadapan itu adalah mafia koruptor yang anaknya sekarang lagi disandra. Berarti siapa? apakah Riza Chalid? Siapa lagi kalau bukan dia..

Kamu juga harus tahu yang ini. Kabinet bayangan, yang dibentuk gerombolan Ferri Amsari, yang nyerang Gibran kayak Denny Indrayana, Subhan Palal, dan Roy Suryo, itu adalah bagian dari mereka.

Asumsi saya ini setelah nonton video dari Prof Gema, yang sebut, ada dana makar Rp25 triliun untuk jatuhkan Prabowo. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis, 5 November 2026, Gema mengaitkan kasus penyadapan tersebut, dengan dugaan upaya makar dan sabotase terhadap program pemerintah.

Ia bahkan menyebut, ada dugaan aliran uang sebesar Rp25 triliun dari mafia koruptor, untuk menghancurkan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Penyadapan ini adalah makar, bagian dari skandal uang muka 25 triliun yang dibayarkan oleh mafia koruptor, dalam rangka menghancurkan grand design probonomics The Fishing Game,” kata Gema.

Baca Juga:   Dukung Hisbullah, Ribuan Rakyat Lebanon Turun Kejalan Kecam PM Lebanon Yang Tunduk Ke Israel

Menurutnya, penyadapan dilakukan, untuk mengetahui rencana proyek pemerintah sebelum dijalankan, sehingga pihak tertentu bisa menyiapkan upaya sabotase.

Gema menilai, kondisi tersebut berpotensi memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, memperlebar polarisasi, hingga mendorong tuntutan agar Presiden Prabowo turun dari jabatannya.

Ia juga menuding sejumlah pihak, mulai dari artis, influencer, mahasiswa hingga akademisi, dibayar untuk menyebarkan narasi negatif terhadap pemerintah.

Pertanyaannya, apakah Demokrat terlibat? Coba kalian pikir sendiri. Semua yang ribut masalah ijazah, adalah orang-orang dari kader Demokrat.

Mereka juga sudah menyiapkan calon pengganti Gibran dan Prabowo. Jadi uang sebanyak itu, tujuannya hanya untuk menggagalkan Prabowo-Gibran memimpin Indonesia, lalu diganti.

Lalu, mengapa Jokowi diserang dengan isu ini? Itulah hebatnya mereka. Bukan mereka kalau tidak memfitnah Jokowi. Dalam penyadapan, nama Jokowi, Gibran dan Kaesang, tidak disadap, agar banyak mata orang tertuju ke Solo.

Jadi, Solo mau dijadikan kambing hitam? Tapi percayalah, kebenaran selalu menang pada akhirnya.

Menurut kalian, siapa dalang sebenarnya di balik drama penyadapan ini? Tulis pendapatmu di komentar. Follow untuk kabar berita, dan opini publik paling berani lainnya.