Prabowo Ancam Reshuffle Zulhas Karena Salah Info Desa Panen Raya

SIPJOS.COM – Bayangkan jadi menteri, mendampingi Presiden di acara panen raya, lalu salah menyebutkan nama desa. Akibatnya? Dapat ancaman reshuffle di depan umum! Itulah yang dialami Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan warga Kebumen, Zulhas salah bisik nama desa. Presiden pun langsung melempar candaan yang bikin semua terpingkal-pingkal. Simak kelanjutan ceritanya.


Gagal Info ke Presiden, Zulhas Hampir Kena Reshuffle: Untung Rakyat Sayang

Acara panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026), berlangsung meriah namun diselingi momen lucu yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Saat akan menyebutkan nama desa lokasi panen raya, Zulhas berbisik ke telinga Prabowo bahwa desa itu bernama Karangduwur.

Namun, spontan masyarakat yang hadir berteriak membetulkan. Bukan Karangduwur, melainkan Tegalretno. Suasana pun menjadi ramai. Presiden Prabowo, dengan sigap, mengundang salah satu warga naik ke panggung untuk menyebutkan nama desa yang benar melalui pengeras suara yang ia gunakan. Warga pun dengan lantang menyebutkan “Desa Tegalretno”. Momen ini menjadi bahan candaan yang hangat di tengah acara yang serius.

Usai warga membetulkan informasi tersebut, Prabowo langsung melontarkan candaan yang mengundang tawa. Dengan gaya khasnya yang tegas namun jenaka, ia bertanya kepada masyarakat yang hadir, “Waduh, ini. Menko tadi salah. Salah nama. Perlu di-reshuffle nggak kira-kira?” Tawa dan teriakan “Jangan!” pun langsung terdengar dari ribuan warga yang hadir.

Baca Juga:   Tak Hanya Menu, BGN Wajibkan SPPG Upload Harga Bahan Baku MBG di Medsos

Mendengar respons masyarakat yang kompak mempertahankan Zulhas, Prabowo pun bergeming. “Jangan? Oh, untung rakyat sayang sama kamu. Matur nuwun. Minta maaf,” ujar Kepala Negara sambil tersenyum. Zulhas yang berada di sampingnya pun tampak lega. Momen ini menunjukkan kedekatan dan hubungan yang hangat antara Presiden, menteri, dan masyarakat.

Di balik kelakar tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan kabar menggembirakan tentang hasil panen udang di Kebumen. Ia mengungkapkan bahwa Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di daerah tersebut mampu menghasilkan sekitar empat puluh ton udang dari setiap satu hektar lahan. Dengan harga sekitar Rp70.000 per kilogram, satu ton udang saja sudah bernilai Rp70 juta.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif,” puji Prabowo. Lebih membanggakan lagi, program ini telah menyerap 650 tenaga kerja setempat. Ini menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan dengan baik.

Meski sempat salah nama desa, Zulhas dinilai berhasil menjalankan tugasnya karena hasil di lapangan nyata dan dirasakan masyarakat. Untungnya, rakyat masih “sayang” sehingga batal di-reshuffle.

Sharing