
Karena PDIP, Prabowo Ngaku Kalau Malam Hatinya Pilu: Ini Alasannya!
SIPJOS.COM – Presiden dan oposisi, hubungannya kadang panas, kadang dingin. Tapi kali ini, Prabowo Subianto buka-bukaan soal perasaannya ke PDIP. Di depan rapat paripurna DPR, beliau mengaku berterima kasih karena PDIP memilih di luar pemerintahan demi demokrasi. Namun, ada satu hal yang bikin hatinya pilu di malam hari. Apa itu? Simak curhatan Presiden yang jarang terjadi ini.
Terima Kasih tapi Pilu: Prabowo Akui PDIP Berjasa untuk Demokrasi Meski Kritik Pedas
Momen menarik terjadi di Rapat Paripurna DPR. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan pujian dan rasa terima kasihnya kepada PDI Perjuangan.
Dalam pidato perdana penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/5), Prabowo mengakui bahwa PDIP berkorban dengan memilih berada di luar pemerintahan.
Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya, saya ingin ucap terima kasih kepada PDIP,” ujar Prabowo.
Menurutnya, keberadaan partai oposisi sangat baik bagi demokrasi Indonesia. Meskipun, jika bisa memilih, ia lebih suka bergotong royong bersama PDIP di dalam pemerintahan.
“Alangkah manisnya untuk saya. Tapi, mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi,” pungkasnya.
Namun, di balik rasa terima kasih itu, Prabowo mengakui ada perasaan lain yang muncul. Sang Presiden mengaku terkadang merasa sedih mendengar kritik yang dilayangkan PDIP.
“Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget,” curhat Prabowo di hadapan para wakil rakyat.
Namun, setelah direnungkan, ia menyadari bahwa kritik pedas tersebut sebenarnya memiliki dasar. Prabowo kemudian mengutip sebuah pepatah bijak: “Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita.
Dalam pidato yang sama, Prabowo juga menyampaikan pesan penting untuk generasi muda Indonesia. Ia meminta agar anak-anak muda tidak lagi berbondong-bondong ingin menjadi Aparatur Sipil Negara atau pejabat pemerintahan.
“Kita harus menumbuhkan golongan pengusaha yang baru, yang muda-muda. Pemerintah ingin membuka pendidikan kewirausahaan. Anak muda jangan semua minta jadi ASN,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa anak muda harus berani menjadi wirausahawan. Pemerintah akan mendorong melalui pendidikan dan bantuan modal. “Anak muda harus berani untuk berasosiasi dengan dunia usaha.
Kita akan beri kredit start-up, beri kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha kuat baru,” pungkas Prabowo. Sebuah perubahan paradigma yang diharapkan bisa mencetak generasi pencipta lapangan kerja, bukan pencari kerja semata.













