
Kuntilanak Jadi-Jadian Diciduk Polisi di Tuban, Motifnya Bikin Geleng-geleng Kepala!
SIPJOS.COM – Pernahkah Anda membayangkan bertemu kuntilanak di tengah malam? Warga Perumahan Grand Harmoni di Tuban, Jawa Timur, mengalaminya. Seorang sosok perempuan berpakaian putih dengan riasan mencolok kerap muncul menebar teror. Namun, ternyata itu bukan hantu sungguhan. Polisi pun bergerak dan meringkus ‘kuntilanak jadi-jadian’ tersebut. Motifnya apa? Iseng semata! Simak kronologi lengkapnya.
Teror Malam Hari di Tuban Berakhir: Kuntilanak Palsu Ditangkap, Kini Diserahkan ke Dinas Sosial
Pemirsa, beberapa pekan terakhir warga Kabupaten Tuban, khususnya di kawasan simpang empat Perumahan Grand Harmoni, Kecamatan Jenu, dibuat resah. Sebuah sosok perempuan berpakaian putih dengan dandanan menyerupai kuntilanak kerap muncul pada malam hari. Warga pun melapor ke polisi. Kapolsek Jenu AKP Darwanto pun bergerak cepat.
Setelah menerima laporan, petugas melakukan pengecekan lapangan. Pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, polisi berhasil mengamankan sosok yang selama ini ditakuti warga tersebut. Ternyata, ‘kuntilanak’ itu adalah seorang perempuan muda bernama Winarsih (25), warga Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Ia diamankan di rumah salah seorang warga yang selama ini memberinya tempat tinggal.
Lantas, apa motif Winarsih melakukan aksi teror tersebut? Hasil pemeriksaan polisi mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Kapolsek Jenu menjelaskan bahwa perbuatan Winarsih didasari oleh rasa iseng semata. “Dari keterangan yang kami peroleh, yang bersangkutan tidak memiliki tujuan kriminal. Kemungkinan hanya iseng,” ujar Darwanto.
Dengan kata lain, tidak ada unsur tindak pidana maupun motif kriminal di balik aksi ‘kuntilanak jadi-jadian’ ini. Meski demikian, aksi iseng ini telah meresahkan puluhan bahkan ratusan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Polisi pun tidak serta-merta memproses hukum Winarsih secara pidana. Setelah diamankan, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban untuk penanganan lebih lanjut.
Ternyata, ini bukan kali pertama Winarsih berurusan dengan aparat. Kapolsek mengungkapkan bahwa Winarsih sebelumnya sudah beberapa kali ditangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Tuban karena tindakannya yang meresahkan, mulai dari meminta-minta hingga mengganggu ketertiban umum. Kini, ia kembali diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kronologi ‘kuntilanak jadi-jadian’ ini menambah daftar panjang kejadian viral berbau mistis di Jawa Timur. Sebelumnya, seorang remaja di Kediri berinisial ASD (25) juga menjadi tontonan warga usai tertangkap basah mengenakan kostum pocong. ASD dan temannya berniat mengerjai teman-teman mereka saat kegiatan takbiran Idul Adha. Keduanya dikejar warga dan akhirnya diamankan. ASD pun dimarahi ibunya dalam video yang viral di media sosial. Polisi hanya memberikan pembinaan karena pelaku masih tergolong anak-anak.













