Gibran Bertemu Father of Asian EV, Bahas Kendaraan Listrik

SIPJOS.COM – Gibran Rakabuming Raka menerima Prof. Ching-Chuen Chan, akademisi kelahiran Magelang yang dikenal sebagai ‘Father of Asian EV’, di Istana Wakil Presiden! Pertemuan ini membahas penguatan riset dan inovasi kendaraan listrik dalam negeri.

Gibran menegaskan, Indonesia punya semua sumber daya, tapi inovasi masih di tahap awal. Kita tidak boleh hanya jadi pengguna teknologi! Simak selengkapnya!

Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong penguatan inovasi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa untuk memperkuat kemandirian teknologi dan daya saing industri nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres saat menerima Prof. Ching-Chuen Chan, akademisi kelahiran Magelang yang dikenal sebagai Father of Asian EV, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.

Pertemuan tersebut membahas penguatan riset dan inovasi dalam negeri, dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan listrik, serta peran generasi muda dalam mengembangkan teknologi secara mandiri.

Wapres menilai Indonesia memiliki sumber daya yang memadai untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan inovasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan teknologi sendiri. “Kita memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan.

Namun, dalam hal inovasi, kita masih berada pada tahap yang sangat awal,” kata Gibran. Menurut Gibran, pengembangan kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik, menjadi salah satu perhatian pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Bapak Presiden juga sedang fokus pada sepeda motor listrik. Industrinya sebenarnya sudah mulai melangkah maju.

Baca Juga:   Lirik Sholawat Yasir Lana Arab Latin Terjemah Lengkap

Jadi, kita tinggal melihat insentif apa yang bisa diberikan kepada konsumen,” jelasnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum dan penguatan sertifikasi kompetensi untuk memenuhi kebutuhan SDM di industri kendaraan listrik. “Kita juga harus memberikan perhatian besar pada pengembangan teknologi kita sendiri,” ujar Stella.

Sementara itu, Prof. Ching-Chuen Chan menekankan pentingnya kolaborasi Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat pengembangan mobilitas listrik. “Kita tidak bisa berharap negara lain memberikan teknologi terbaiknya. Yang bisa kita beli mungkin teknologi kelas dua atau tiga,” terang Chan. Ia pun mendorong generasi muda Indonesia untuk menghasilkan terobosan teknologi.

Sharing