Perajin Tempe Asal Pati Wujudkan Mimpi Naik Haji, Tabung Rp10 Ribu Sehari

Hanya Rp10 ribu sehari! Itulah yang selama 20 tahun dilakukan oleh seorang perajin tempe asal Pati, Jawa Tengah. Siti Nafiah, ibu tangguh yang sehari-hari mengolah kedelai di dapur sederhana, kini berhasil mewujudkan mimpinya yang terpendam sejak 2012. Ia dan suami akan segera terbang ke Tanah Suci. Bagaimana kisah perjuangannya? Simak selengkapnya.”

Rp10 Ribu Sehari, Perajin Tempe Pati Akhirnya Berangkat Haji Setelah 14 Tahun Menanti

Sebuah kisah inspiratif datang dari Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Di sebuah dapur sederhana, Siti Nafiah, seorang perajin tempe tradisional, membuktikan bahwa impian besar bisa diraih dengan ketekunan dan kesabaran.

Selama kurang lebih 20 tahun, ia mengolah kedelai menjadi tempe untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengumpulkan pundi-pundi demi satu tujuan mulia: naik haji.

Siti mendaftar ibadah haji sejak tahun 2012. Ia harus menunggu antrean panjang hingga 14 tahun lamanya. Namun, ia tidak pernah patah semangat. Setiap hari, dari keuntungan usaha tempenya yang tak seberapa, Siti menyisihkan uang.

“Keuntungan tak seberapa, setiap hari menyisihkan uang kadang hanya Rp10 ribu. Seminggu kalau kondisinya memungkinkan bisa nabung Rp100 ribu,” ujar Siti. Ia mengaku tetap berusaha menyisihkan meski terkadang ada kebutuhan lain yang mendesak.

Dari usaha tempe yang digelutinya, Siti memperoleh penghasilan sekitar Rp150 ribu per hari. Ia bersama suaminya memproduksi sekitar 8 kilogram tempe per hari. Modal yang dikeluarkan untuk membeli 50 kilogram kedelai mencapai Rp500 ribu per pekan.

Baca Juga:   Ratusan Pemuka Agama dan Alumni Lirboyo di Malang, Gelar Aksi Demo Tuntut Ijin Trans7 Di Cabut.

Usaha dan kesabaran Siti pun berbuah manis. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026 mendatang, bersama sang suami, Winoto. “Senang sekali, tidak menyangka bisa berangkat dari jualan tempe,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya berhasil mewujudkan impian berhaji, usaha tempenya juga mampu mengantarkan ketiga anaknya menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Kisah Siti Nafiah menjadi bukti nyata bahwa menabung Rp10 ribu sehari, jika dilakukan dengan konsisten, bisa mengubah hidup.

Sharing