Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

SIPJOS.COM – Rupiah menyentuh 17.600 per dolar AS. Para analis panik. Investor was-was. Tapi Presiden Prabowo tenang-tenang saja. ‘Rakyat di desa tak pakai dolar,’ katanya. Dan yang lebih mengejutkan: di tengah gejolak global ini, Indonesia justru kebanjiran permintaan pupuk dan beras dari Australia, Filipina, India, hingga Brasil!


Rupiah Melemah Tembus 17.600, Prabowo: Rakyat Desa Tak Terpengaruh Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar AS.

Di tengah kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi nasional, Prabowo justru menilai bahwa Indonesia masih kuat—terutama masyarakat pedesaan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap gejolak rupiah.


Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar

Dalam pernyataannya, Prabowo dengan tegas menepis kekhawatiran akan terjadinya krisis.

“Saya yakin sekarang ada, sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, chaos. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa tidak pakai dolar,” ujar Prabowo.

Ia memastikan bahwa kondisi energi dan pangan tetap stabil di tengah situasi geopolitik global yang tidak pasti.

“Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata Prabowo.


Indonesia Kebanjiran Permintaan Pupuk & Beras dari Berbagai Negara

Di tengah pelemahan rupiah, Prabowo justru mengungkapkan kabar yang mengejutkan: banyak negara yang meminta bantuan Indonesia untuk memasok pupuk hingga beras.

Baca Juga:   Adu Gaji Anggota DPR RI dengan Gaji Guru, Manakah yang Lebih Membebani Negara?

Imbas konflik geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah berdampak terhadap harga minyak dan produk turunannya. Namun, Indonesia justru berada di posisi yang menguntungkan.

Berdasarkan laporan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Prabowo menyebut banyak negara saat ini meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

“Kita tidak euforia, tidak sombong, tapi kita sekarang berada di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea,” tutur Prabowo.

Ia melanjutkan:

Filipina juga minta ke kita. Kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua,” tambahnya.


Alhamdulillah, Indonesia Swasembada Pangan

Tak hanya pupuk, Prabowo juga menerima banyak permintaan beras dari berbagai negara. Ia pun bersyukur bahwa kondisi Indonesia tidak seperti negara lainnya, karena diklaim telah berhasil swasembada pangan.

“Juga banyak negara sekarang mau beli beras dari kita. Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian,” kata Prabowo.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa di tengah krisis global, ketahanan pangan Indonesia dinilai cukup kuat.


Rupiah Tembus 17.600 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya

Sebelumnya, nilai tukar rupiah mencapai Rp17.600 per dolar AS. Kondisi geopolitik global di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga data ekonomi AS dinilai menjadi faktornya.

Baca Juga:   Usut Tuntas Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Prabowo Buka Peluang Bentuk Tim Independen

Analis Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS, terutama adanya faktor dari memanasnya perang AS dan Iran.

“Selain gejolak Timur Tengah dan harga minyak yang masih di level tinggi, ini juga karena data ekonomi AS yang masih bagus sehingga menurunkan peluang Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga acuannya tahun ini,” kata Ariston.

Data penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, menandai perbaikan ekonomi di Negeri Paman Sam.


Prediksi Analis: Rupiah Masih Akan Tertekan

Ariston memprediksi, pelemahan nilai tukar rupiah masih akan terjadi jika perang AS-Iran berkepanjangan.

Namun, pelemahan tak hanya terjadi pada rupiah, melainkan mata uang negara lainnya terhadap dolar AS.

“Hari ini kelihatannya semua nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Selama gejolak Timur Tengah belum reda dengan kenaikan harga minyak mentah, rupiah masih dalam tekanan,” jelas dia.


Fakta Cepat: Rupiah & Kondisi RI 📊

IndikatorKondisi
Nilai tukar rupiahRp17.600 per dolar AS
PenyebabPerang AS-Iran, harga minyak naik, data ekonomi AS
Dampak ke desaMinim (menurut Presiden)
Permintaan pupuk ke RIAustralia, Filipina, India, Bangladesh, Brasil
Status panganSwasembada (klaim pemerintah)

Analisis: Optimisme di Tengah Tekanan

Pernyataan Prabowo mencerminkan optimisme hati-hati di tengah tekanan ekonomi global. Meskipun rupiah melemah, ia menekankan bahwa sektor riil di pedesaan tidak terpengaruh secara langsung karena transaksi sehari-hari tidak menggunakan dolar AS.

Baca Juga:   Asal Usul Sundel Bolong Yang Sebenarnya

Di sisi lain, tingginya permintaan pupuk dan beras dari berbagai negara menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian Indonesia diakui di kancah internasional.

Namun, publik tentu menanti langkah konkret pemerintah untuk menstabilkan rupiah dan menjaga daya beli masyarakat di perkotaan yang lebih terdampak fluktuasi nilai tukar.


Sharing