Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

VERSI SKRIP VIDEO 2 MENITAN

Durasi: ± 2 menit | Tone: Berita, informatif, tegas di awal, optimis di akhir


“Rupiah melemah ke Rp17.600 per dolar AS. Para analis panik. Investor was-was. Tapi Presiden Prabowo? Tenang-tenang saja. ‘Rakyat di desa tak pakai dolar,’ katanya. Plus kabar mengejutkan lainnya!”

“Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia masih kuat di tengah gejolak global.

‘Saya yakin sekarang ada, sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, chaos. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa tidak pakai dolar,’ ujar Prabowo.

Ia memastikan pangan dan energi aman. ‘Banyak negara panik, Indonesia masih oke,’ tambahnya.

“Yang menarik: di tengah pelemahan rupiah, Indonesia justru kebanjiran permintaan pupuk dan beras dari berbagai negara!

‘Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta. India, Bangladesh, Brasil juga minta. Perintah saya, bantu semua,’ kata Prabowo.

Tak hanya pupuk, banyak negara juga mau beli beras dari Indonesia karena RI dinilai telah berhasil swasembada pangan.

“Lalu kenapa rupiah melemah? Analis menyebut: Perang AS dan Iran yang memanas di Timur Tengah jadi pemicu utama. Harga minyak dunia naik, indeks dolar AS menguat.

Data ekonomi AS yang masih bagus juga membuat Bank Sentral AS sulit memangkas suku bunga. Akibatnya? Semua mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Baca Juga:   Manfaat Daun Sirih

“Pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai, tapi Presiden Prabowo ingin menekankan: jangan panik. Indonesia punya ketahanan pangan dan energi. Bahkan negara lain sekarang yang minta bantuan ke kita.”

“Bagaimana pendapatmu tentang pernyataan Prabowo ini? Tulis di kolom komentar. Subscribe dan kunjungi sipjos.com untuk berita ekonomi terkini. Sampai jumpa!”


Sharing