
Dubes Iran Yang Temui Jokowi di Solo, Dijamu Lontong Sayur dan Nasi Goreng
Pertemuan diplomatik tak selamanya berlangsung kaku di ruang raja atau istana negara. Kali ini, hubungan Indonesia dan Iran justru dihangatkan lewat sajian khas Nusantara di meja makan.
Duta Besar Iran untuk Indonesia bertandang ke rumah Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo. Bukan membahas konflik atau negosiasi berat, mereka justru saling berbagi cerita sambil menyantap lontong sayur dan nasi goreng. Seperti apa suasana akrab di balik diplomasi kuliner ini? Simak selengkapnya.”
Dubes Iran Temui Jokowi Dijamu Lontong Sayur dan Nasi Goreng
Suasana hangat terpancar dari kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu siang (1/4/2026). Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, tiba di lokasi sekitar pukul 11.40 WIB.
Tak lama setelah tiba, Boroujerdi pun menyapa Jokowi dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri. “Assalamualaikum, selamat Hari Raya Idul Fitri,” ucap Boroujerdi, yang kemudian disambut hangat oleh Jokowi. Setelah bersapa, mantan presiden itu pun mempersilakan tamunya masuk ke dalam rumah untuk menikmati hidangan makan siang bersama.
Di meja makan, Jokowi menyuguhkan berbagai menu khas Nusantara yang menggugah selera. Ada ayam goreng kremes yang renyah, mi Aceh kaya rempah, telur mata sapi, lontong sayur dengan kuah santan yang gurih, gulai kambing, serta nasi goreng dengan sambal pendampingnya. Boroujerdi tampak menikmati jamuan yang disajikan. Ia juga tampak antusias mencicipi setiap hidangan yang ada di hadapannya.
Di sela-sela santap siang, suasana akrab pun terjalin. Boroujerdi tak hanya menikmati makanan, tetapi juga menyampaikan keinginannya untuk membalas jamuan tersebut. Dubes Iran itu mengundang Jokowi untuk datang ke kediamannya di Jakarta, dengan janji akan menyuguhkan makanan khas Iran sebagai bentuk balasan budi.
“Saya ingin mengundang Yang Mulia (Jokowi) juga untuk mencoba untuk mencicipi makanan dari Iran di kediaman saya di Jakarta. Tentu saja saya sangat berharap Yang Mulia bisa menerima undangan tersebut. Merupakan sebuah kehormatan,” ujar Boroujerdi kepada Jokowi.
Pertemuan yang berlangsung santai ini menunjukkan bahwa hubungan diplomatik tak selalu harus dibangun di ruang-ruang formal. Kadang, kehangatan sebuah pertemuan di meja makan dengan menu-menu tradisional justru mampu merawat hubungan antarbangsa dengan cara yang lebih sederhana namun penuh makna.













