Dilaporkan soal video ceramah Jusuf Kalla, Grace Natalie: Saya gak motong video beliau

SIPJOS.COM – Ramai di media sosial, viral di berbagai platform, dan kini berujung pada laporan polisi. Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dilaporkan oleh 40 Ormas Islam ke Bareskrim Polri. Tuduhannya? Diduga mem-framing potongan video ceramah Wakil Presiden Jusuf Kalla di UGM. Namun Grace angkat bicara. Ia mengaku tidak pernah memotong atau mengedit video tersebut. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Simak klarifikasi lengkapnya.”


Grace Natalie Buka Suara Usai Dilaporkan 40 Ormas: Saya Tidak Memotong Video Jusuf Kalla

Pemirsa, polemik ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di UGM terus bergulir. Kini, Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, ikut terseret. Ia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh 40 Organisasi Masyarakat Islam atas dugaan mem-framing potongan video ceramah JK.

Laporan ini bermula dari unggahan Grace di Instagram pribadinya. Ia mengunggah video respons terkait polemik ceramah JK yang saat itu sudah ramai diperbincangkan.

Namun, Grace dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa video yang diunggahnya adalah konten pribadi, bukan mewakili partai. Dan yang terpenting, ia tidak menyebarkan atau memotong video asli JK.

Grace Natalie menjelaskan kronologi awal mula ia membuat video tersebut. Menurutnya, ia pertama kali mengetahui video ceramah JK dari media sosial dan pemberitaan media.

Saat itu, polemik sudah ramai dan JK bahkan sudah dilaporkan oleh berbagai elemen masyarakat ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama.

Baca Juga:   Reaksi Nyeleneh Purbaya Ditanya Minatnya Jadi Cawapres

“Ada apa nih? Kok ramai-ramai ada berita Pak JK dilaporkan,” ujar Grace menirukan kegundahannya saat itu. Baru setelah polemik meluas, ia memutuskan untuk membuat video respons.

Dalam klarifikasinya, Grace menegaskan tiga hal penting: pertama, ia tidak meng-upload atau me-repost video asli JK. Kedua, ia tidak memotong video tersebut. Ketiga, ia juga tidak mengeditnya. “Saya hanya merespons video Pak JK karena sudah banyak kontroversi,” tegasnya.

Lalu, apa sebenarnya isi video yang dibuat Grace? Ia menjelaskan bahwa tujuannya adalah memberikan peringatan. Ia khawatir konten yang beredar berpotensi disalahgunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk melegitimasi kekerasan.

Selain itu, ia juga menyampaikan imbauan agar Jusuf Kalla selaku tokoh yang bersangkutan memberikan penjelasan langsung kepada publik.

Di akhir pernyataannya, Grace meminta publik dan media untuk merujuk pada video asli yang ia unggah, bukan pada konten yang sudah diedit atau diberi judul dan caption tambahan oleh pihak lain.

“Silakan di-refer kepada video yang saya posting, bukan yang sudah beredar itu banyak banget saya lihat di media sosial yang sudah diberikan caption-caption dan judul-judul yang bukan saya membuat,” pungkasnya. Polemik ini masih terus berlanjut, dan publik kini menanti langkah hukum selanjutnya.

Sharing