Sebelum Jusuf Kalla Di Copot Gusdur Dari Menteri, Gusdur Pernah Sebut Jusuf Kalla Kalajengking Yang Bisa Ngomong

Sebelum Jusuf Kalla dicopot dari kursi menteri oleh Gus Dur, ada satu julukan unik yang melekat pada dirinya. Bukan ‘sapi’ seperti untuk tokoh lain, tapi Gus Dur menyebut JK sebagai ‘kalajengking yang bisa ngomong’! Apa maksud dari metafora tajam namun menggelitik ini? Dan bagaimana reaksi JK saat dijuluki hewan berbisa tersebut? Simak kilas balik politik Indonesia yang penuh gaya khas Gus Dur.

Sebelum Dicopot, Gus Dur Pernah Bilang JK ‘Kalajengking yang Bisa Ngomong’! Ini Alasannya

Mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal dengan gaya kritik politiknya yang unik, penuh metafora tajam namun menggelitik. Salah satu yang paling populer adalah julukan “kalajengking” untuk Jusuf Kalla.

Gus Dur menjuluki JK sebagai kalajengking karena menganggap politisi asal Sulawesi Selatan itu memiliki manuver politik yang cepat, tak terduga, dan “menyengat” dalam persaingan kekuasaan. Julukan ini bukan sekadar hinaan, melainkan analisis politik ala Gus Dur.

Akar dari istilah ini bermula saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden dan JK menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

Pada April 2000, Gus Dur mencopot JK (bersama Laksamana Sukardi) dengan alasan keterlibatan dalam dugaan praktik KKN. Gus Dur merasa JK terlalu aktif melakukan manuver yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinannya.

Secara objektif, JK memang dikenal sebagai politisi dan pengusaha yang sangat taktis dan pragmatis. Gus Dur melihat sifat JK yang ingin bergerak cepat dan terkadang “menyengat” aturan birokrasi sebagai kemiripan dengan sifat kalajengking.

Baca Juga:   Kisah Nabi Syits

Menariknya, JK sendiri menanggapi julukan tersebut dengan santai dan penuh selera humor. Dalam berbagai kesempatan, JK justru memuji kecerdasan Gus Dur dan menganggap sindiran tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

Ia menyadari bahwa di balik metafora “binatang” yang digunakan Gus Dur (seperti istilah “sapi” untuk tokoh lain), selalu ada pesan politik yang mendalam.

Bagi Gus Dur, politik adalah panggung komedi sekaligus perjuangan prinsip, di mana julukan seperti “kalajengking” menjadi cara beliau mencatat sejarah karakter tokoh bangsa.

Menurut kalian, apakah julukan ‘kalajengking’ dari Gus Dur untuk Jusuf Kalla itu tepat atau berlebihan? Tulis pendapatmu! Jangan lupa follow, untuk kabar berita terbaru lainnya.

Sharing