
Gedung Putih Di Brondong Tembakan, Donald Trump Selamat
SIPJOS.COM – Tembakan terdengar di dekat pusat kekuasaan dunia, Gedung Putih. Baku tembak terjadi, seorang pelaku tewas, dan warga sipil terluka. Di mana Presiden Donald Trump saat itu? Berada di dalam kediamannya. Kabar baiknya, ia selamat. Ini adalah insiden kesekian kalinya pria berusia 79 tahun itu menjadi target. Dari Pennsylvania hingga lapangan golf, kini tembakan nyaris menghantam jantung Washington. Simak laporan lengkapnya.”
Terduga Pelaku Tewas, Trump Tak Terpengaruh: Aksi Penembakan di Dekat Gedung Putih
Ketegangan kembali menyelimuti Washington DC. Aksi penembakan dan baku tembak terjadi di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5) sore waktu setempat.
Menurut laporan CNN, terduga pelaku tewas dalam insiden tersebut, sementara seorang warga sipil dilaporkan terluka. Personel Secret Service yang bertugas menjaga keamanan presiden tidak mengalami luka-luka.
Yang paling penting, Presiden Donald Trump saat itu berada di kediamannya. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump telah diberi pengarahan tentang insiden tersebut oleh Secret Service.
Presiden dilaporkan dalam keadaan selamat dan tidak terpengaruh oleh aksi tembak-menembak yang terjadi di luar kompleks istana kepresidenan tersebut.
Para anggota Kongres dari Partai Republik segera bereaksi. Di media sosial, mereka menyampaikan rasa syukur atas keselamatan Trump. “Syukurlah Presiden Trump selamat,” tulis salah satu anggota DPR.
“Rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Dinas Rahasia atas respons heroik mereka yang cepat. Kekerasan politik harus dihentikan.”
Ini bukan pertama kalinya Trump menghadapi ancaman maut. Sebelum insiden Sabtu lalu, pria berusia 79 tahun tersebut setidaknya sudah menjadi target tiga dugaan upaya pembunuhan.
Pada 25 April 2026, ia menjadi target dalam sebuah acara gala media di sebuah hotel. Seorang pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan, namun gagal mendekati Trump. Dunia pun kembali mengingatkan bahwa kekerasan politik tidak boleh dibiarkan.
Sejarah mencatat, Trump sudah berulang kali lolos dari maut. Pada Juli 2024, saat menjadi calon presiden, ia menjadi sasaran dalam rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania.
Seorang pria bersenjata berhasil membunuh seorang penonton dan melukai telinga Trump. Beberapa bulan kemudian, pria bersenjata lainnya ditangkap di lapangan golf West Palm Beach saat Trump sedang bermain golf.
Kekhawatiran akan keselamatan tampaknya menjadi alasan Trump membangun proyek megabangunan di Gedung Putih. Ia dikabarkan merobohkan Sayap Timur untuk membangun ruang dansa “anti-drone” yang sangat aman, lengkap dengan rumah sakit militer bawah tanah.
Proyek senilai US$400 juta atau sekitar Rp6,4 triliun ini memiliki enam lantai di bawah tanah. Dengan semakin seringnya ancaman, langkah keamanan ekstra pun dianggap semakin diperlukan.













