Definisi Premis Jenis Dan Fungsinya

“Premis”.

 

Apa itu premis? Kenapa penting diketahui? Dan bagaimana cara membuat premis yang benar?

Simak penjelasan berikut!

1. Pengertian Premis

Akan kalian temui banyak pengertian dari premis jika mencarinya di internet, tetapi saya mempersempitnya dengan mengambil pengertian dari KBBI.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa premis merupakan pernyataan mengenai apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan; dasar pemikiran; alasan. Premis memiliki artian yang sama dengan asumsi dan premis disebut kalimat yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dalam logika.Jika dikaitkan ke dalam penulisan kreatif, premis berarti ide pokok.

Sementara premis dalam dunia seni mengarah pada pernyataan cerita dan masalah yang menggerakkan cerita. Dalam sebuah premis terkandung karakter dan atributnya, aksi atau tindakan, dan situasi. Biasanya, jika baru menulis premis, maka nama karakter belum disebut. Melainkan baru menjelaskan atributnya.

Premis merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term ialah suatu kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).

Premis tersebut berupa rangkaian kalimat yang digunakan dalam logika untuk membuat kesimpulan. Premis merupakan bagian utama dalam logika berpikir, yang memiliki tujuan untuk menerima, menolak, atau menegaskan argumen yang salah atau benar.

2. Fungsi Premis

Premis diperlukan agar kita tahu apa yang sedang kita tulis, ibaratnya sebuah kompas yang menunjukkan arah. Salah satu kendala kenapa penulis suka berhenti di tengah-tengah cerita saat menulis, biasanya karena premisnya lemah atau tidak jelas, bahkan bagi penulis pemula biasanya tak memulai cerita dari membuat premis terlebih dahulu.

Baca Juga:   7 Tanda Orang Iri Hati Pada Kita

Fungsi Dari Premis

– Pengujian Hipotesis

Mengembangkan hipotesis bisa dilakukan dengan cara menggunakan banyak premis. Pasalnya hipotesis sendiri merupakan proses untuk menguji perkembangan teori berdasarkan prosedur ilmiah.

– Penyusunan Kerangka Teori

Adanya premis bisa membantu untuk menyusun kerangka teori untuk berpikir ke ide-ide dalam memecahkan suatu permasalahan. Hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan itu bisa disusun secara runut menggunakan premis.

– Uji Validitas

Hasil dari sebuah pemikiran bisa ditarik menjadi sebuah konklusi berdasarkan premis-premis yang telah dikumpulkan. Entah berupa bukti, teori, pernyataan, atau data yang bisa digunakan untuk mendukung penarikan kesimpulan.

3. Cara membuat premis

Untuk bagian ini, akan kalian temui beragam cara pula membuat premis, tergantung dari penulis mana kita berkiblat. Pada intinya sama saja, hanya bagian istilahnya saja yang kadang berbeda.

Lalu di sini saya akan membagikan pembuatan premis menurut siapa?

Saya akan membagikan cara membuat premis yang saya pelajari dari Raditya Dika.

Menurut Radirya Dika :

Premis = Tokoh+Tujuan+Halangan

Udah begitu saja, sederhana. Namun, tokohnya harus jelas siapa, termasuk detail latar belakang yang ingin ditonjolkan. Tujuannya harus jelas. Halangannya harus besar dan berdampak besar bagi si tokoh seandainya tidak tercapai.

Hasilnya itu adalah tulisan yang kalian buat, entah itu cerpen, cermin, atau cerbung.

4. Contoh Sebuah Premis

Yanto adalah seorang penulis novel horor (tokoh), berniat menulis cerita tentang seorang wanita bernama Widya yang pernah mengalami mati suri (tujuan), tetapi ternyata upaya Yanto itu dihalangi oleh dalang yang mempunyai tujuan buruk yang lebih besar di tempat Widya tinggal (halangan).

Baca Juga:   Ajian Mengunci Anunya Suami Agar Tidak Selingkuh

 

 

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *