Mengenal Kitab Nashoihul Ibad: Kitab Kumpulan Nasihat bagi Para Hamba Allah yang Populer

SIPJOS.COM | Mengenal Kitab Nashoihul Ibad: Kitab Kumpulan Nasihat bagi Para Hamba Allah yang Populer di Kalangan Umat Islam – Kitab Nashoihul Ibad, karya ulama besar Banten, Syekh Imam Nawawi al-Bantani, menduduki posisi yang sangat penting dan populer di kalangan umat Islam. Dalam konteks Indonesia, buku ini menjadi rujukan utama bagi pelajar dan santri di madrasah serta pesantren.

Penulis dan Posisi Kitab

Syekh Imam Nawawi al-Bantani, yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram, merupakan penyusun kitab ini. Karyanya menjadi referensi di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, menambahkan keberartian kitab ini dalam dunia Islam.

Tujuan Penulisan

Menurut jurnal “Materi Pendidikan Akhlak dalam Kitab Nashoihul Ibad” karya Ahmad Rizky Hidayat, tujuan Syekh Imam Nawawi menulis kitab ini adalah untuk memelihara ajaran Islam yang terdapat dalam kitab-kitab klasik sebelumnya. Isi kitab ini sebagian besar merujuk pada karya-karya ulama terdahulu.

Struktur dan Isi Kitab

Kitab Nashoihul Ibad memuat beragam nasihat yang mencerahkan umat Islam, disusun dalam 10 bab yang mengandung 214 nasihat. Sebanyak 45 nasihat bersumber dari hadis, sementara sisanya berasal dari atsar atau ucapan para sahabat dan pengikut Nabi SAW. Setiap bab diawali dengan uraian tentang jumlah nasihat, poin dalam setiap nasihat, serta jumlah hadis dan atsarnya.

Tanggal Penyelesaian

Penulisan kitab ini diselesaikan oleh Syekh Nawawi pada Kamis, 21 Safar 1311 H (1893 M), menandai kontribusi pentingnya dalam warisan literatur Islam.

Baca Juga:   Manfaat Daun Sirih

Pendidikan Akhlak dalam Kitab

Berdasarkan buku “Terjemahan Nashaihul Ibad” oleh An Nawawi, kitab ini menyimpan banyak nilai-nilai pendidikan akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kitab ini menjadi panduan berharga untuk mempersiapkan umat Islam menghadapi hari kiamat.

Berikut ini beberapa pendidikan akhlak yang dapat kita pelajari dari kitab Nashoihul Ibad:

1. Tawadhu

Syekh Imam Nawawi menjelaskan umat Muslim harus memandang orang lain kelebih baik daripada diri sendiri dan memandang diri sendiri lebih jelek dari orang lain dalam hal iman, ilmu, dan amal. Dalam kitab Nashoihul Ibad dituliskan sebagai berikut:

َع ْن َعلِ ٍّي َر ِض َياللهُ َعْنهُ: ُك ْن ِعْنَداللهِ َخْي َرالنَّا ِس َو ُك ْن ِعْنَدالنَّْف ِس َش َرالنَّا ِس َو ُك ْن ِعْنَدالنَّا ِسَرُجالَِمَنالنَّا ِس

Artinya: “Sayidina Ali ra. Berkata, “Jadilah manusia yang paling baik disisi Allah dan jadilah manusia paling jelek dalam pandangan diri-mu, serta jadilah manusia biasa dihadapan orang lain.”

2. Sabar

Sabar yang dimaksud dalam kitab ini terdapat empat macam, yaitu sabar dalam menghadapi musibah, kesulitan, melaksanakan ketaatan, dan menjauhi maksiat. Dituliskan dalam kitab Nasoihul Ibad sebagai berikut:

مْن َلااَ َدبلَهُلاَ ِعْلَملَهُ َو َمْنلاَ َصْبَرلَهُلاَ ِدْيَنلَهُ َوَمْنلاََوَر َعلَهُلاَُزْلفَىلَهُ.

Artinya: “Orang yang tidak memiliki sopan-santun berarti dia tidak berilmu. Orang yang tidak sabar, berarti dia tidak menghayati agamanya. Dan orang yang tidak memiliki sifat wara’, berarti tidak memiliki derajat .”

Baca Juga:   Berharaplah Hanya Kepada Allah

3. Adil

Syekh Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Nashoihul Ibad bahwa orang yang adil itu orang yang baik. Apalagi jika adil sebagai seorang pemimpin di pemerintahan. Dalam kitab dikatakan yang artinya: “Adil pada setiap orang adalah baik, tapi adil pada pemerintah (pemimpin) itu lebih baik.”

Reviews

98 %

User Score

8 ratings
Rate This

Sharing