50 Santri Jadi Korban Kiai Cabul Pati Mayoritas Anak Yatim! Warga Pati Geruduk Ponpes Dholo Kusumo Tlogosari, Pati

50 Santri Jadi Korban Kiai Cabul Pati Mayoritas Anak Yatim! Warga Pati Geruduk Ponpes Dholo Kusumo Tlogosari, Pati

Turn Off Light
Auto Next

Descriptions:

Ratusan warga Kabupaten Pati, menggeruduk Pondok Pesantren dholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, pada Sabtu (2/5/2026). Mereka mendemo kiai ponpes yang diduga mencabuli puluhan santriwati.

Massa aksi berasal dari berbagai kalangan: warga desa setempat, GP Ansor Pati, hingga Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi atau Aspirasi.

Dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Sang Predator’ dan ‘Perempuan bukan objek seksual’, mereka menuntut kasus ini diusut tuntas dan pelaku diadili.

Salah seorang pemuda desa, Dafa, mengaku resah dengan peristiwa memilukan ini. Ia berorasi di hadapan massa, menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus secara transparan, tanpa intervensi pihak mana pun. ‘Lindungi korban secara penuh,’ ujarnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi seberat-beratnya, kepada terduga pelaku berinisial A. Tak hanya itu, pihak-pihak yang mencoba melindungi pelaku pun, diminta dinonaktifkan dari ponpes. ‘Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Nonaktifkan terduga,’ tegas Dafa.”

Kasus ini menjadi sorotan, karena korbannya didominasi anak yatim yang seharusnya mendapat perlindungan justru menjadi mangsa kekejian.

Ratusan warga yang turun ke jalan menunjukkan, bahwa masyarakat tidak tinggal diam. Mereka ingin keadilan ditegakkan, tidak ada tempat berlindung bagi predator di lingkungan pendidikan agama.

Polisi pun kini di bawah tekanan publik untuk bergerak cepat. Akankah kasus ini menjadi titik balik pemberantasan kekerasan seksual di lingkungan pesantren? Menurutku sih nggak tuh.. bakal banyak lagi kasus serupa seperti ini.

Baca Juga:   Wakil Presiden RI Laksanakan Kunjungan Kerja di Kabupaten Pati

Pondok di Indonesia itu banyak, rumah Tahfiz juga berjimbun. Tapi, banyak yang nggak jelas. Nggak kayak di Malaysia dan Berunai Darul Salam. Bangunan jelas ijinnya jelas, pengasuhnya bersertifikat, semuanya di atur negara dengan sangat bagus.

Indonesia tuh cuman ngomongnya doang, banyak peraturan carut marut menyusahkan. Menteri agama, lembaga-lembaga agama tuh banyak, tapi entah di didirikan untuk apa..

Menurutmu, bagaimana seharusnya lembaga pesantren mencegah kejadian serupa di masa depan? Tulis pendapatmu di kolom komentar. Jangan lupa follow, agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya.