Kisah Nabi Syits

Kisah Nabi Syits – Dalam rentang peradaban manusia, terdapat kisah-kisah penuh hikmah yang telah menjadi penuntun bagi umat manusia. Salah satu dari kisah-kisah tersebut adalah kisah Nabi Syits. Mari kita telusuri kisah yang penuh pelajaran ini.

NB : Postingan ini sudah di update menjadi postingan video. Anda bisa “BERALIH KE VERSI VIDEO” atau tetap di sini untuk melanjutkan membaca

Nabi Adam alaihissalam, manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memiliki seorang putra yang bernama Habil. Habil adalah seorang anak yang sholeh, sangat dekat dengan ayahnya. Namun, ketika Habil meninggal, Allah menggantikannya dengan seorang nabi dan utusan, yaitu Nabi Syits. Nama “Syits” sendiri memiliki arti “hadiah,” yang menunjukkan bahwa Allah memberikan hadiah kepada Nabi Adam alaihissalam setelah kehilangan Habil.

Nabi Syits hidup dengan penuh keadilan dan mengikuti hukum-hukum Allah. Dia memimpin dengan bijak dan membawa persatuan di antara umatnya. Namun, Setan tidak pernah berhenti dalam upayanya. Salah satu keturunan Nabi Adam, yaitu Kabil, memutuskan untuk menjauh dan membentuk pemukiman sendiri.

Perbedaan antara keturunan Syits dan Kabil menjadi semakin jelas. Para pria dari keturunan Kabil memiliki wajah yang jelek, sementara wanitanya memiliki wajah yang cantik. Di sisi lain, keturunan Syits memiliki pria yang tampan dan wanita yang kurang menarik secara fisik.

Baca Juga:   Sekilas Tentang Kitab Nurud Dholam Kitab Syarah Aqidatul Awam

Setan, dalam upayanya untuk menggoda manusia, mengambil wujud seorang pemuda dan memperkenalkan alat musik, seperti seruling dan drum. Melalui alat musik ini, dia memikat hati manusia dan memulai pergaulan bebas yang akhirnya mengarah pada perbuatan maksiat, seperti zina.

Inilah awal mula munculnya zina dalam sejarah manusia, yang dipicu oleh pengenalan alat musik dan pergaulan bebas. Para ulama mengingatkan kita akan bahaya mengikuti langkah-langkah Setan, seperti yang disebutkan dalam Alquran.

Kisah Nabi Syits juga mengajarkan pentingnya menjaga ketakwaan, kecerdasan, dan ketaatan sebagai kriteria dalam memilih pemimpin, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Adam saat memilih Nabi Syits sebagai penggantinya.

Selain itu, kisah ini menegaskan betapa bijaknya Nabi Adam dalam memberikan nasihat kepada keturunannya, terutama mengenai menjaga persaudaraan dan merenungkan akibat dari perbuatan. Nasihat ini mengingatkan kita akan pentingnya berpikir sebelum bertindak.

Kisah Nabi Syits juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hati dari godaan Setan. Setan adalah makhluk yang licik, dan kita harus selalu waspada terhadap tipu dayanya.

Dalam cerita ini, kita juga melihat bagaimana dosa pertama yang dilakukan secara kolektif oleh manusia membawa dampak yang besar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu mengingatkan kita untuk menjauhi langkah-langkah Setan.

Kisah Nabi Syits berlanjut dengan kepemimpinan yang bijak dari keturunannya, yang memberikan kontribusi besar dalam peradaban manusia, seperti pembuatan timbangan dan takaran. Keturunan Nabi Syits juga menjadi perantara cahaya yang akhirnya mencapai wajah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Baca Juga:   Malaikat Ini Allah Ciptakan Lebih Mengerikan Dari Pada Iblis

Kisah ini menunjukkan bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu memberikan panduan dan nasihat kepada manusia melalui para nabi-Nya. Itulah mengapa kita diingatkan untuk mengikuti berita Islam di situs web sipjos.com, agar kita bisa terus memperoleh pengetahuan dan hikmah dari kisah-kisah agung seperti kisah Nabi Syits.

Semoga kisah ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua dan menginspirasi kita untuk menjalani hidup dengan ketakwaan, kebijaksanaan, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Info : Situs sipjos.com sedang dalam proses migrasi konten. Dari semula konten artikel, sebagian akan di sempurnakan menjadi konten video. Anda bisa membuka postingan versi video di halaman ini. Untuk postingan dalam format audio buka di sini. Ikuti juga sipjos.com di Tiktok.

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing