10 Penemuan Antartika Yang Menakjubkan

Turn Off Light
Auto Next

Reviews

100 %

User Score

2 ratings
Rate This

Descriptions:

10 Penemuan Antartika Yang Menakjubkan – Antartika adalah benua yang penuh misteri dan fenomena aneh yang menanti untuk dijelajahi. Terletak di Kutub Selatan, Antartika bukan hanya terkenal dengan ekstrem dinginnya, tetapi juga keberadaannya yang terpencil. Lokasi yang terpencil dan iklim yang keras menyebabkan banyak fenomena alam yang tidak biasa di Antartika masih tersembunyi di bawah lapisan es dan ombak. Seiring perkembangan sains dan teknologi yang berkelanjutan, para ilmuwan telah menemukan semakin banyak hal yang tidak biasa di Antartika.

Para ilmuwan menemukan fenomena-fenomena yang sangat tidak biasa di Antartika, seperti gua-gua misterius yang menuju ke dunia bawah tanah hingga pola aneh yang mungkin merupakan peninggalan ras asing. Terdapat lebih dari 60 pusat sains di Antartika yang didirikan oleh 27 negara untuk mengeksplorasi benua beku tersebut. Antartika adalah satu-satunya tempat di bumi yang tidak dimiliki oleh siapapun atau negara manapun.

Antartika adalah satu-satunya tempat di bumi yang tidak dimiliki oleh siapapun atau negara manapun. Antartika hanya dimiliki oleh penduduk asli berdasarkan perjanjian Antartika, dan tanah serta sumber daya yang ada hanya boleh digunakan untuk tujuan perdamaian dan ilmiah.

Ilmuwan geosains dari French University Amerika bernama John Andrews sedang melakukan penelitian di salah satu pusat sains di Antartika. Ia mengisi waktu luangnya dengan mengebor lapisan es hingga kedalaman 137 meter lalu menjatuhkan bongkahan es ke dalamnya. Setelah beberapa saat, terdengar suara aneh dari dalam gua es. Suara tersebut terdengar seperti suara tembakan, seperti gemuruh guntur, atau deru pesawat saat lepas landas.

Menurut piton, seorang ahli gelasiologi dari University of Washington Amerika, suara tersebut dihasilkan dari kombinasi suara balok es yang jatuh dan gelombang suara yang dipantulkan ke berbagai arah. Ada dua faktor penyebabnya, yaitu efek Doppler dan cara gelombang suara bergerak di seluruh lubang. Ketika balok es menyentuh bagian bawah lubang yang dalam, suara tidak hanya naik lurus ke permukaan, namun gelombangnya juga memantul dari sisi-sisi lubang. Hal inilah yang menyebabkan suara terdengar seperti piyung dan disertai semacam bunyi detak jantung.

Baca Juga:   Cara Kerja Kunci Kontak Alat Berat Komatsu

Dalam program televisi di Jepang, ilmuwan David membagikan sepenggal video klip yang menunjukkan para ilmuwan mengebor lapisan es di tepi benua Antartika. Ketika kepala bor yang diikat dengan kamera bawah air mencapai area 890 meter di bawah lapisan es, mereka terkejut menemukan tanda-tanda kehidupan di kedalaman sekitar 1.223 meter. Daerah ini sangat dekat dengan dasar laut dan gelap gulita dengan suhu di bawah nol. Dapat dikatakan, ini adalah area dengan lingkungan ekstrim

Para ilmuwan kemudian menemukan bahwa hewan misterius itu adalah jenis spons yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Antartika. Spons ini memiliki bentuk yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dari jenis spons lainnya di dunia.

Selain itu, pada tahun 2018, sebuah tim peneliti menemukan bekas jejak kaki yang sangat besar di Antartika. Jejak kaki tersebut diyakini berasal dari reptil raksasa yang hidup pada masa Permian, sekitar 250 juta tahun yang lalu. Temuan ini menjadi bukti bahwa Antartika dahulu kala memiliki iklim yang lebih hangat dan lebih banyak ditinggali oleh hewan daripada sekarang.

Selain temuan-temuan tersebut, para ilmuwan juga menemukan pola-pola aneh di permukaan es Antartika. Pola-pola tersebut diyakini berasal dari ledakan meteorit yang terjadi jauh di atas atmosfer, dan mungkin telah mengubah iklim di Bumi pada masa lampau.

Selain itu, ada juga fenomena aurora yang sangat indah di Antartika. Aurora ini terjadi karena partikel-partikel bermuatan dari angkasa mengenai atmosfer Bumi, dan menyebabkan kilauan cahaya yang sangat indah di langit malam Antartika.

Baca Juga:   9 Nama Iblis Beserta Tugasnya Dalam Islam

Tidak hanya itu, Antartika juga menjadi tempat untuk penelitian tentang perubahan iklim dan pemanasan global. Para ilmuwan mempelajari efek pemanasan global pada es Antartika dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi kenaikan permukaan laut di seluruh dunia.

Namun, penelitian dan eksplorasi di Antartika tidaklah mudah. Lingkungan yang ekstrem dan terpencil membuat kegiatan eksplorasi di Antartika sangat sulit dilakukan. Selain itu, para ilmuwan juga harus memperhatikan perjanjian Antartika yang melarang eksploitasi sumber daya alam di Antartika.

Dalam upaya menjaga kelestarian Antartika, banyak negara dan organisasi internasional yang telah berkomitmen untuk melakukan penelitian dan eksplorasi yang bertanggung jawab di benua beku tersebut.

Dengan semakin berkembangnya sains dan teknologi, tentu masih banyak misteri dan temuan menakjubkan lain yang akan terungkap di Antartika. Namun, perlu diingat bahwa menjaga kelestarian dan integritas benua beku tersebut juga menjadi tanggung jawab kita semua sebagai warga dunia.

Fenomena Alam

Selain itu, di Antartika terdapat juga fenomena alam yang menakjubkan seperti Aurora Australis atau Southern Lights. Fenomena ini terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan atmosfer Bumi, menghasilkan cahaya yang indah dan spektakuler.

Selain itu, ada juga fenomena alam yang sangat jarang terjadi yaitu es batu hijau. Es ini terbentuk ketika air laut membeku dan mengandung kandungan senyawa organik yang ditemukan di dalamnya. Hal ini dapat terjadi di kawasan perairan Antartika yang lebih hangat.

Penelitian dan Ekspedisi

Banyak penelitian dan ekspedisi dilakukan di Antartika untuk mengetahui lebih banyak tentang benua tersebut. Beberapa contoh misi eksplorasi diantaranya adalah misi NASA yaitu CARA (Cryospheric Atmospheric Radiative Transfer Experiments), yang bertujuan untuk mengukur radiasi matahari di atas es Antartika.

Baca Juga:   Menyembah Api Dan Menikahi Anak Sendiri Tapi Dapat Salam Dari Nabi, Inilah Kisah Bahram Al Majusi

Selain itu, ada juga ekspedisi penelitian terumbu karang yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Queensland dan Australian Institute of Marine Science. Mereka menemukan terumbu karang di bawah es Antartika yang dapat tumbuh di suhu yang sangat dingin.

Perubahan Iklim

Antartika juga terkena dampak perubahan iklim yang sangat signifikan. Es di Antartika mencair dengan cepat dan menimbulkan masalah bagi kehidupan laut dan manusia di sekitar benua tersebut.

Suhu udara di Antartika juga meningkat seiring dengan perubahan iklim global yang terjadi di seluruh dunia. Hal ini berdampak pada lingkungan dan juga pada kehidupan satwa liar di Antartika.

Perlindungan Lingkungan

Antartika adalah wilayah yang dilindungi dan diatur oleh perjanjian Antartika. Ada banyak upaya yang dilakukan untuk melindungi lingkungan Antartika seperti kebijakan pengelolaan limbah dan peraturan terkait aktivitas manusia di benua tersebut.

Eksploitasi Sumber Daya

Meskipun begitu, ada juga kekhawatiran terkait eksploitasi sumber daya di Antartika. Banyak negara yang tertarik untuk mengeksploitasi sumber daya alam di Antartika seperti minyak, gas, dan mineral. Namun, eksploitasi ini dapat berdampak buruk pada lingkungan dan habitat satwa liar di Antartika.

Kesimpulan

Antartika adalah benua yang unik dan penuh misteri. Banyak hal yang masih belum diketahui tentang benua ini, namun perkembangan sains dan teknologi terus membantu kita untuk mengungkap misteri-misteri yang ada di Antartika. Penting bagi kita untuk melindungi lingkungan di Antartika dan menghindari eksploitasi sumber daya yang dapat merusak lingkungan dan kehidupan satwa liar di benua tersebut.