Sejarah Toyota Land Cruiser

Turn Off Light
Auto Next

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Descriptions:

Sejarah Toyota Land Cruiser – Pada tahun 1941, kekaisaran Jepang mulai menduduki Filipina yang sebelumnya dikuasai oleh Amerika Serikat. Di sana, mereka menemukan Jeep Bantam, sebuah peninggalan kendaraan militer Amerika. Kekaisaran Jepang kemudian mengirim kendaraan tersebut kembali ke Jepang dan menugaskan Toyota untuk membuat kendaraan serupa sebagai kendaraan militer Jepang. Hasilnya adalah Toyota Model AK10.

Namun, pada tahun 1945, Jepang kalah dalam perang, dan mereka mendapatkan berbagai sanksi termasuk larangan memproduksi kendaraan militer. Pada tahun 1950, Korea Utara menyerang Korea Selatan, dan PBB serta Amerika yang memiliki pangkalan di Jepang ikut membantu Korea Selatan. Sebagian prajurit dan kendaraan tempur yang sebelumnya mengawasi Jepang dipindahkan untuk fokus melawan komunis di Korea. Hal ini membuat Jepang bisa bernafas lega karena Amerika tidak terlalu mengawasinya. Namun, Amerika merasa kewalahan karena terlibat dalam perang di Korea, sehingga dibentuklah lembaga National Police Reserve (NPR) yang bertujuan untuk mengawasi militer Jepang.

Amerika juga meminta Toyota untuk membuat kendaraan militer untuk pasukan Amerika yang terlibat dalam perang Korea. Permintaan ini sebagian karena kebutuhan dan sebagian karena Toyota sudah memiliki pengalaman dalam memproduksi kendaraan militer selama perang pada 1940-an. Pada bulan Januari tahun 1951, Toyota mulai memproduksi prototipe kendaraan yang dipesan oleh Amerika dan juga untuk National Police Reserve. Prototipe kendaraan ini diberi nama Toyota BJ, yang merupakan pembaruan dari Toyota AK10 dengan beberapa bagian dari Toyota SB dan mesin truk bensin 4 ton.

Baca Juga:   Lirik sholawat wahdana arab latin terjemah

Namun, ketika kendaraan ini selesai, Amerika lebih memilih untuk menggunakan Jeep yang diproduksi oleh Mitsubishi. Jeep ini sebenarnya dipesan oleh Amerika untuk kendaraan militer mereka, dan awalnya bernama Willys karena diproduksi oleh Willys-Overland Motors. Namun, karena Mitsubishi juga terlibat dalam produksi Jeep ini, maka sering disebut Mitsubishi Jeep atau Mitsubishi Willys.

Setelah Toyota BJ ditolak oleh Amerika, Toyota tidak menyerah dan terus mengembangkan kendaraan tersebut. Akhirnya, pada bulan Juli tahun 1951, Toyota berhasil menghasilkan kendaraan yang lebih baik dan melakukan uji ketangguhan dengan melakukan pendakian di jalan menuju puncak Gunung Fuji yang terjal dan tidak rata. Mobil Toyota BJ berhasil mencapai pos tertinggi, sebuah prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Keberhasilan ini membuat National Police Reserve langsung memesan 289 unit Toyota BJ sebagai mobil patroli resmi mereka. Meskipun awalnya memilih merek lain, akhirnya National Police Reserve menyadari bahwa Toyota BJ lebih unggul dalam banyak aspek. Kendaraan ini memiliki mesin yang lebih bertenaga, wheelbase yang lebih panjang, dimensi mobil yang lebih lebar, dan suspensi yang lebih lembut.

Pada tahun 1954, Willys menggugat nama “Jeep” di Toyota, sehingga direktur teknik Toyota, Hanji Umehara, mengganti nama Toyota BJ menjadi “Land Cruiser.” Land Cruiser kemudian menjadi merek yang sangat populer dan diakui di seluruh dunia.

Baca Juga:   Polisi Grebek Rumah Dukun Cabul di Lampung

Perkembangan Toyota Land Cruiser terus berlanjut dari generasi ke generasi. Land Cruiser seri 20 lahir pada tahun 1955 dengan berbagai varian model bodi seperti soft top, hardtop, tingkat, dan station wagon. Pada tahun 1960, muncul Land Cruiser seri 40, yang menjadi salah satu jenis Land Cruiser paling populer di dunia. Seri 40 ini banyak digunakan untuk keperluan tangguh dan tambang di berbagai daerah termasuk di Bromo, Indonesia.

Selanjutnya, di tahun 1967, muncul Land Cruiser seri 55 yang lebih cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga. Seri 55 ini merupakan generasi pertama yang lebih nyaman dan mewah dengan hanya satu tipe yaitu SUV.

Pada tahun 1980, saat terjadi krisis minyak, Toyota melakukan pembaruan pada seri 55 yang kemudian dikenal sebagai seri 60. Seri 60 ini memiliki tampilan yang lebih modern dan nyaman ketika dikendarai. Meskipun memiliki kapasitas mesin yang besar dan bertenaga, Land Cruiser seri 60 kurang populer di Indonesia karena boros bahan bakar.

Pada tahun 1998, Toyota meluncurkan Land Cruiser seri 100 dengan desain yang lebih macho dan modern. Generasi ini telah dilengkapi dengan teknologi canggih seperti sistem kontrol stabilitas, traksi kontrol, ABS, dan airbag. Land Cruiser seri 100 juga memiliki varian khusus, yaitu Land Cruiser LX470 yang lebih mewah.

Selanjutnya, pada tahun 2007, Toyota memperkenalkan penerus seri 100, yaitu Land Cruiser seri 200. Generasi ini lebih kompak dengan menggunakan mesin diesel 4500 cc V8 yang kuat dan torsi yang besar. Land Cruiser seri 200 banyak digunakan di pedalaman dan juga sebagai mobil kepresidenan di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga:   Nonton film romantis malaysia sayang awak sangat full movie

Pada tahun 2021, Land Cruiser seri 300 diluncurkan dengan desain yang lebih modern dan menggunakan platform baru dari Toyota yaitu TNGA (Toyota New Global Architecture). Generasi terbaru ini tetap menjaga kemampuan offroad yang handal meskipun memiliki dimensi yang lebih kecil.

Toyota Land Cruiser telah mengalami banyak evolusi selama bertahun-tahun, dan kehadirannya selalu dinantikan oleh para pecinta SUV tangguh dan andal. Sebagai salah satu kendaraan legendaris dari Toyota, Land Cruiser terus memberikan pengalaman berkendara yang memuaskan bagi pemiliknya di berbagai belahan dunia.

Jangan lupa untuk menonton video di atas untuk melihat perkembangan Toyota Land Cruiser dari dulu hingga sekarang! Bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda dan berlangganan artikel di situs web Sipjos.com untuk mendapatkan lebih banyak konten menarik seputar otomotif dan teknologi!